Si Putih dan si Manis
Di ujung jembatan kecil sebuah desa, tak jauh dari rumahnya, Manis seekor kucing mungil duduk menyendiri. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh Putih, anjing nakal yang usil. Putih terus memainkan ekor si Manis, dengan harapan agar Manis meresponnya, tapi Manis tetap diam membisu dengan tatapan kosong. Putih pun perlahan- lahan duduk di samping si Manis. "Manis... Kamu kenapa?? Apa yang membuatmu tak seceria hari-hari kemarin?" Tanya Putih. Manis tak menjawab apa-apa, pelupuk matanya mulai digenangi butiran bening, dan perlahan mengalir membasahi wajahnya. Putih semakin bingung, tak pernah ia melihat sahabatnya sesedih itu. Ia lalu memberanikan diri memeluk Manis. Tangis Manis akhirnya pecah di pelukan Putih. Dengan masih terisak, Manis menceritakan apa yang sedang dialaminya. " Ak...aku.... Bingung, harus mencari pinjaman ke mana lagi" katanya terbata-bata. "Uang tabunganku sudah habis untuk berobat sedangkan sakitku tak kunjung pulih... Aku sudah lelah dengan sakit ...