Menulis untuk Berterima kasih
Rama Kirana Radja Hedo Pagi tadi, Selasa (25/2/25) saya dibangunkan tepat pukul 05.00 WITa oleh suara merdu alarm yang memang sengaja saya setting sejak malam. Saya lalu mematikan nada alarm. Saya khusuk dalam doa, di mana saya bersyukur untuk nafas hidup yang masih dianugerahkan oleh Sang Pemilik kehidupan, serta memohon penyertaan-Nya di sepanjang hari yang baru ini. Usai berdoa, saya masih duduk di tepi ranjang. Saya melirik android dan mengaktifkan data selular. Segera saya menjelajah pada aplikasi berlogo hijau. Dari beberapa chat yang saya terima, ada satu chat yang menarik perhatian saya. Mengapa? Di sana ada satu artikel yang dikirimkan oleh sang pemilik pesan. Pada artikel yang dikirim itu ada foto 3 orang guru hebat, di mana salah satu dari ketiganya saya kenal baik. Dari judul artikel dapat saya simpulkan bahwa mereka sedang memulai langkah awal untuk menulis. Saya belum sempat membaca isi artikel, ponsel android saya tiba-tiba mati ka...