Menulis untuk Berterima kasih

Rama Kirana Radja Hedo



Pagi tadi, Selasa (25/2/25) saya dibangunkan tepat pukul 05.00 WITa oleh suara merdu alarm yang memang sengaja saya setting sejak malam. Saya lalu mematikan nada alarm. Saya khusuk dalam doa, di mana saya bersyukur untuk nafas hidup yang masih dianugerahkan oleh Sang Pemilik kehidupan, serta memohon penyertaan-Nya di sepanjang hari yang baru ini.

Usai berdoa, saya masih duduk di tepi ranjang. Saya melirik android dan mengaktifkan data selular. Segera saya menjelajah pada aplikasi berlogo hijau. Dari beberapa chat yang saya terima, ada satu chat yang menarik perhatian saya. Mengapa? Di sana ada satu artikel yang dikirimkan oleh sang pemilik pesan. Pada artikel yang dikirim itu ada foto 3 orang guru hebat, di mana salah satu dari ketiganya saya kenal baik. Dari judul artikel dapat saya simpulkan bahwa mereka sedang memulai langkah awal untuk menulis.

Saya belum sempat membaca isi artikel, ponsel android  saya tiba-tiba mati karena daya baterai yang habis akibat belum saya melakukan isi ulang (recharge).

Saya lalu menyimpan ponsel android dan memulai aktivitas menyiapkan sarapan bagi keluarga kecil saya sebelum kami menjalankan tugas dan peran kami masing-masing. Sambil melakukan rutinitas pagi, sejujurnya pikiran saya masih terus terarahkan pada isi artikel yang tertunda untuk saya baca. Penasaran. Kepo, begitulah kata gaul zaman ini.

Lalu... Siapakah pengirim artikel itu? Beliau adalah orang hebat dan  multitalenta. Awalnya saya hanya sering mendengar namanya sebagai penerjemah Alkitab dalam bahasa Meto' khususnya pada cabang Bahasa Meto', yakni Bahasa Amarasi (Kotos, Roi'is).   

Akhirnya saya dapat mengenalnya. Perkenalan kami berawal dari keikutsertaan sekolah kami dalam Festival Seni dan Budaya Tingkat Kab Kupang, di mana dia menjadi salah satu anggota tim juri lomba tutur adat atau yang lebih dikenal dengan Natoni. Dalam Bahasa Amarasi, aa' asramat.

Sejak saat itu, ia sering membagikan artikel yang sangat menginspirasi dan juga menjadi sumber pengetahuan bagi saya tentang beberapa hal yang berkaitan dengan adat dan budaya.

Ya... dia adalah bapak Roni Bani, seorang guru hebat dari wilayah Pah Amarasi.

Bapak Roni Bani tidak pernah bosan mengajak saya untuk mulai menulis tentang apa saja, namun rasa kurang percaya diri dan malas seolah mengekang saya untuk bisa menulis.

Beberapa waktu lalu, ia sempat memberikan komentar pada sehelai foto yang saya unggah. Ia meminta saya untuk menulis apa saja yang saya rasakan sehubungan dengan foto yang saya unggah. Maka, jadilan satu untaian curahan hati saya yang kemudian ia sematkan dalam artikel yang ditulisnya.

https://www.kompasiana.com/heronimusbani4479/67ade6c1c925c4269b3b18a2/kami-pppk-terus-memaksakan-senyuman-sambil-menunggu-gaji

Lalu apa itu menulis??

Dalam KBBI, menulis memiliki arti membuat tulisan atau huruf-huruf pada kertas, papan, dan sebagainya. Menulis juga memiliki arti mengarang atau membuat karangan seperti buku, artikel, dan sebagainya.

Kalau membuat tulisan atau huruf di kertas, bagi saya sudah biasa, namun membuat karangan dalam bentuk artikel, hemmmmm   sanggupkah saya? Pertanyaan menggelitik untuk saya pribadi.

Sebelum membaca artikel yang sudah beliau kirimkan pada saya seperti pada awal tulisan ini saya ceritakan, saya mencoba membuat tulisan ini sebagai rasa dan wujud terima kasih saya pada bapak Roi yang sudah saya kenal.

Terima kasih Bapa Roni sudah menginspirasi, mohon dukungannya selalu🙏


Penulis: Rama Kirana Radja Hedo
Editor: Admin

Komentar

  1. Guru hebat, aset SMPN 2 Ambar.. Good Job

    BalasHapus
  2. Bersemangat ibu Raja H... itu ada teman yang beri komentar... keren...

    BalasHapus
  3. Menulislah agar dunia peradaban mencatat namamu walau mungkin hanya dengan guratan amat halus pada prasastinya. Terima kasih ibu guru Raja Hedo yang menyebut Roni Bani dalam artikel pendek ini. You are blessed

    BalasHapus
  4. Puji syukur...
    Terimakasih juga Bapa

    BalasHapus
  5. Semangat ibu guru, terus berkarya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu tak Beristirahat

Fuaboon Sufa'

Kualitas Isian Waktu Liburan